
Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan tiga hal wajib yang harus dilaksanakan oleh seorang dosen, yang meliputi pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Maka Prodi Sastra Inggris memandang perlu untuk melaksanakan hal tersebut sebagai salah satu bentuk Dharma Pengabdian kepada Masyarakat. Untuk itu, maka kegiatan ini perlu dilaksanakan sebagai upaya nyata tindak lanjut serta bentuk pengabdian yang dilakukan oleh 5 orang dosen dan 29 orang mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 8 Desember 2014.
Lokasi yang dijadikan sebagai tempat PkM adalah Pura Beji Sangsit, Wihara Banjar dan Gereja Blimbingsari. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian kepada Masyarakat yang harus dilakukan oleh dosen yang melibatkan mahasiswa Sastra Inggris semester 1 (terkait dengan matakuliah yang mereka ambil). Terlebih dari itu, membina mereka untuk membuat profil Pura, Wihara dan Gereja Blimbingsari sebagai salah satu stimulus Gagasan Tertulis (GT), Artikel Ilmiah (AI), dan profil sebagaimana ada di skema PkM DIKTI.
Model kegiatan yang akan dilaksanakan dalam PkM ini adalah sebagai tenaga pengobservasi Pura, Wihara dan Gereja serta memberikan penjelasan mengenai Sejarah Pura, Wihara, dan Gereja serta Desa Blimbingsari, pembahasan mengenai tata letak Pura, Wihara, Gereja dan Desa Blimbingsari, pembahasan mengenai perbedaan Pura yang diobservasi dengan pura pada umumnya di Bali Selatan kemudian terakhir akan membuat profil Pura, Wihara dan Gereja Kristen Bimbingsari sesuai konteks masing-masing dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang akan menjadi brosur Pura, Wihara, dan desa sehingga brosur tersebut bisa dijadikan sebagai alat promosi objek pariwisata di Bali Utara, dan Bali Barat.
Dalam setiap observasi mahasiwa dibagi menjadi 3 kelompok kemudian pada masing-masing lokasi mereka melakukan observasi dan interview singkat untuk mendapatkan informasi-informasi yang diperlukan. Di Pura Beji, Sangsit wawancara dilakukan kepada penjaga Pura Beji. Didapatkan informasi mengenai sejarah, arti-arti relief yang terukir di tembok-tembok pura dan fungsi dari beberapa bangunan yang ada di sana. Dilanjutkan ke Wihara Banjar, di tempat ini dilakukan wawancara kepada bikhu kepala yang mengetahui sejarah pembangunan wihara tersebut disertai dengan informasi-informasi mengenai fungsi dan penggunaan bangunan-bangunan khas Budha di tempat ini. Destinasi terakhir dari perjalanan ini adalah mengunjungi Gereja Kristen di Desa Blimbingsari. Di sini yang menjadi narasumber adalah Perbekel Desan dan Ibu Pendeta yang melayani di Gereja ini. Dari wawancara tersebut diketahui mengenai sejarah Gereja, sejarah Desa kemudian kegiatan-kegiatan apa saja yang menjadi cirri khasi d tempat ini.